Simulasi ANBK (ASESMEN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER) Tingkat SMA dan SMP di Desa Long Pada
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KEMENDIKBUD-RISTEK) secara resmi telah meluncurkan program Asesmen Nasional Berbasis Komputer menggantikan Ujian Nasional. Berdasarkan tujuannya, Asesmen Nasional Berbasis Komputer merupakan program evaluasi yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan. Dalam pelaksanaannya, mutu pendidikan dinilai berdasarkan beberapa instrumen seperti kemampuan dasar siswa/i dalam bidang literasi dan numerasi; kualitas proses belajar-mengajar; serta iklim pembelajaran dalam satuan pendidikan tersebut. Oleh karena itu tidak hanya siswa/i yang mengikuti asesmen, melainkan seluruh elemen pelaku pendidikan.
Sebelum pelaksanaan Asismen Nasional Berbasis Komputer, dilakukan simulasi nasional untuk memperkenalkan bentuk-bentuk soal serta tata cara penggunaan perangkat komputer kepada peserta asesmen. Baik asesmen maupun simulasinya dilakukan secara daring (online), sehingga membutuhkan sarana teknologi digital dan internet yang memadai agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Saat ini satuan pendidikan di Kecamatan Sugai Tubu yang memiliki fasilitas penunjang untuk pelaksanaan ANBK adalah SMAN 12 Malinau, tercatat terdapat 14 unit leptop dan 2 server yang dapat digunakan.
Pada tanggal 6-7 September 2021 SMAN 12 Malinau melaksanakan simulasi ANBK bertempat di gedung BPU Desa Long Pada. Dari 2 server yang di miliki oleh SMAN 12 Malinau, salah satu diantaranya yang menjadi server cadangan tidak lagi kompatibel dengan perangkat komputer dan aplikasi ANBK yang memuat cukup banyak konten, sehingga pihak sekolah hanya dapat mengandalkan server utama. Pada pelaksanaan simulasi hari kedua, terjadi kendala teknis dimana server utama tiba-tiba down ketika sesi simulasi sedang berlangsung, rupanya kendala tersebut menyeluruh pada institusi-intitusi pendidikan lainnya seluruh Indonesia.
Tahun ini ANBK di SMAN 12 Malinau diikuti oleh 24 orang siswa/i yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Sungai Tubu. Mereka dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing diberikan waktu 120 menit untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan pada tiap sesinya. Dari dua hari pelaksanaan simulasi, siswa/i mengalami kendala teknis dalam menggunakan perangkat komputer pada hari pertama, namun diketahui pada hari kedua mereka mulai terbiasa dan mampu mengatasi kendala tersebut. Dalam setiap sesi para siswa/i juga didampingi oleh teknisi/guru untuk membantu mengarahkan mereka dalam pengisian identitas, token, atau daftar hadir mereka.
Hal serupa juga terjadi pada Simulasi ANBK SMPN 001 Sungai Tubu, tidak sedikit siswa yang mengalami kendala pada pengoprasian perangkat komputer. Hal ini salah satunya disebabkan karena tidak ada lagi pelajaran TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi) pada Kurikulum 2013 yang digunakan saat ini, sehingga siswa/i kurang familiar dengan perangkat komputer. Diakui bahwa pembelajaran menggunakan IT di daerah-daerah seperti Desa Long Pada sering kali terhambat karena minimnya fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu pihak sekolah mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan ekstra pelajaran tentang pengenalan perangkat komputer menjelang ANBK.
3 tahun terakhir pelaku pendidikan SMPN 001 Sungai Tubu menjalankan kegiatan ujian yang berbasis komputer di SMAN 12 Malinau. Hal ini karena SMPN 001 Sungai Tubu belum memiliki fasilitas yang memadai untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara mandiri. Harapannya SMPN 001 Sungai tubu juga memiliki fasilitas IT serupa agar kedepan dapat menjalankan kegiatan pembelajaran berbasis IT dan ANBK atau Ujian Berbasis Komputer secara mandiri.
Asesmen Nasional yang akan dijalankan oleh SMPN 001 Sungai Tubu dan SMAN 12 Malinau Oktober mendatang dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang tujuannya untuk meningkatkan hasil belajar murid yakni pengembangan kompetensi dan karakter. Semoga dengan terpotretnya sistem dan iklim pendidikan di Desa Long pada, Mutu pendidikan khususnya di Sungai Tubu dapat terus berkembang dan menghasilkan bibit unggul serta SDM yang berguna untuk Desa, Bangsa, dan Negara.
Baca juga:
Rapat paripurna Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDesa Tahun 2024
Rapat paripurna Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDesa Tahun 2024